TUJUAN PENDIDIKAN

2.1    Pengertian Tujuan Pendidikan

 Fenomena pendidikan merupakan masalah penting dalam kehidupan,hal ini dikarenakan pendidikan tidak dapat terlepas dari berbagai aktifitas yang terjadi dalam kehidupan. Baik dalam kehidupan keluarga, agama, bangsa dan negara. Penting untuk kita ketahui bahwa pendidikan adalah unsure yang menentukan maju mundurnya suatu negara. Mengingat pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara, maka hampir semua negara-negara menangani secara langsung masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. Dalam hal ini masing-masing negara itu menentukan  dasar dan tujuan serta pandangan hidup yang berbeda.

 Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh peserta didik yang berfungsi sebagai pemberi arah bagi semua kegaiatan pendidikan. Tujuan pendidikan menjadi pedoman dalam rangka menentapkan isi pendidikan, metode pendidikan, alat pendidikan dan tolak ukur dalam rangka melakukan evaluasi terhadap hasil pendidikan.

 Menurut M.J. Lavengeld(1980) bahwa tujuan umum pendidikan adalah kedewasaan atau manusia dewasa, yaitu manusia yang menentukan sendiri secara mandiri atas tanggung jawab sendiri. Pengertian lain tentang tujuan umum pendidikan adalah mampu melaksanakan tuga sdari Tuhan dengan sebaik-baiknya, melaksanakan tugas kemanusiaan, melaksanakan tuga ssebgai warga negara, mampu melaksanakan tugas kemasyarakatan, serta mampu melaksnakan tugas sebagai pribadi yang utuh.

2.2    Jenis Tujuan Pendidikan

 Di dalam bukunya Beknopte Theoretische Paedagogiek, Lavengeld mengutarakan tujuan pendidikan sebagai berikut:

 1)      Tujuan Umum

Di sebut juga tujuan sempurna artinya artinya tujuan yang merupakan sumber bagi tujuan yang lainnya. Tujuan umum ini akan menjabarkan tujuan-tujuan khusus.

2)      Tujuan Khusus

Merupakan penjabaran dari tujuan umum yang dirumuskan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

a)      Kesanggupan, pembawaan, usia, dan jenis kelamin anak didik.

b)      Lingkungan dan keluarga anak didik.

c)      Tujuan kemasyarakatan bagi si anak.

d)     Kesanggupan pendidik.

e)      Tugas lembaga pendidikan.

f)       Tugas bangsa dan manusia dewasa pada waktu dan tempat tertentu.

3)      Tujuan Insidental

Merupakan tujuan yang menyangkut suatu peristiwa khusus. Tujuan incidental jauh hubungannya dengan tujuan umum namun demikian tujuan ini tetap terarahkan juga kepada pencapaian tujuan umum.

4)      Tujuan Tentatif/ Sementara

Tujuan yang terdapat pada langkah-langkah pencapaian tujuan umum, “atau yang merupakan tempat pemberhentian dalam perjalanan” dalam rangka mencapai tujuan umum.

5)      Tujuan Tak Lengkap

Adalah tujuan yang hanya berkenaan dengan salah satu aspek kemmapuan atau dimensi kehidupan.

6)      Tujuan Intermedier/ Perantara

Adalah tujuan pendidikan yang apabila dapat dicapai menjadi alat atau menjadi jembatan untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan tinggi tingkatannya.

2.3    Hirarki Tujuan Pendidikan

Pengkhususan tujuan umum pendidikan adalah akan menghasilkan rumusan tujuan naasional. Tujuan nasional bersifat ideal dan belum operasional. Dalam uapaya pencapaiannya, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan lebih lanjut sehingga bersifat operasional dan mudah dievaluasi. Penjabaran tujuan nasioanl enghasilkan hirarki tujuan pendidikan sebagai berkut:

a)      Tujuan Pendidikan Nasional

Merupakan tujuan dari keseluruhan satuan, jenis, dan kegiatan pendidikan, baik pada jalur penddikan formal, pendidikan non formal, pendidikan informal dalam konteks pembangunan nasional. Tujuan nasional termaktub dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 BAB III Pasal 3.

b)      Tujuan Institusional

Yaitu tujuan yang seharusnya dicapai oleh lembaga pendidikan tertentu. Tujuan institusional dijabarkan dan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Misalnya tujuan pada jenis pendidikan SMK bertujuan memberikan pendidikan keterampilan kepada peserta didik.

c)      Tujuan Kurikuler

Yaitu tujuan bidang study atau mata pelajaran yang di arahkan untuk mencapai tujuan institusional yang bersangkutan.

d)      Tujuan Pembelajaran Umum

Yaitu tujuan suatu pokok bahasan dari suatu bidang studiatau mata pelajatan yang diajarkan di suatu lembaga pendidikan. TPK bersifat spesifik, operasional, dan terukur yang harus dicapai pada setiap pertemuan pembelajaran.

2.4    Taksonomi Tujuan Pendidikan

Keseluruhan tujuan pendidikan menurut Benjamin Bloom dkk. dibagi menjadi tiga kawasan atau domain yaitu kawasan kognitif, afektif, dan psikomotor.

Kawasan kognitif mencakup kemampuan-kemampuan intelektual mengenai lingkungan. Kawasan kognitif terdiri atas enam macam kemampuan yang secara hirarkis dari yang paling sederhana sampai yang palin kompleks adalah sebagai berikut:

  • Pengetahuan, kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari.
  • Pemahaman, yaitu  kemampuan menangkap makna atau arti sesuatu hal.
  • Penenrapan, yaitu kemampuan memepergunakan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi siuas-situasi baru yang nyata.
  • Analisis, yaitu kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian-bagian sehingga struktur organisasinya dapat di pahami.
  • Sintesis, yaitu kemampuan memadukan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang utuh.
  • Penilaian, yaitu kemampuan memberikan harga sesuatu hal berdasarkan criteria intern dan kelompok atau kriteria ekstern yang ditetapkan terlebih dahulu.

 Kawasan afektif mencakup lima macam kemampuan emosional yang disusun secara hirarkis dari yang paling tidak mengikat sampai yang paling mengikat diri pribadinya, sebagai berikut:

  • Kesadaran, yaitu kemampuan untuk memperlihatkan sesuatu hal.
  • Partisipasi, yaitu kemampuan untuk ikut serta terlibat dalam sesuatu hal.
  • Penghayatan nilai, yaitu kemampuan untuk menerima nilai dan terikat kepadanya.
  • Pengorganisasian nilai, yaitu kemampuan untuk memiliki system nilai dalam dirinya.
  • Karakterisasi diri, yaitu kemampuan untuk memiliki pola hidup dimana system nilai yang terbentuk dalam dirinya mampu mengawasi tingkah lakunya.

 Kawasan psikomotor mencakup kemampuan-kemampuan motorik untuk menggiatkan dan mengkoordinsi gerakan. Kawasan psikomotor menurut Harrow:

  • Gerakan reflex, yaitu kemampuan tindakan yang terjadi secara tak sengaja dalam merespon sesuatu perangsang.
  • Gerakan dasar, yaitu kemampuan melakukan pola-pola gerakan yang bersifat pembawaan dan terbentuk dari kombinasi gerakan-gerakan reflex.
  • Kemampuan perceptual, yaitu kemampuan menterjemahkan perangsang yang diterima melalui alat indra menjadi gerakan-gerakan yang tepat.
  • Kemampuan jasmani, yaitu kemampuan dan gerakan dasar yang merupakan inti untuk memperkembangkan gerakan-gerakan yang terlatih.
  • Gerakan-gerakan terlatih, yaitu gerakan-gerakan canggih dengan tingkat kemampuan tertentu.
  • Komunikasi non diskursif, yaitu kemampuan melakukan komunikasi dengan melalui isyarat badan.

 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil pendidikan adalah orang yang telah mengalami peningkatan kualitas kognitif, afektif, dan psikomotor (Redja Mudyohardjo, 1991).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s