SUPERVISI

2.1  Jelaskan pengertian supervisi secara komprehensif.

Supervisi berasalah dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan –orang yang berposisi diatas, pimpinan– terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.

Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.

Dengan demikian supervisi itu adalah kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh seorang supervisor kepada seorang guru, yang dimana kegiatan supervisi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas seorang guru, supervisi juga tidak mencari-cari kekurangan atau kelemahan, karena apabila seseorang terus mencari kelemahan maka kelebihan dari yang disupervisi itu tidak akan kelihatan. Dan kegiatan supervisi ini di fokuskan untuk meningkatakan keprofesionalan seorang guru dalam mengajar untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

2.2  Jelaskan tujuan yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan supervisi  yang dilakukan di dalam pendidikan.

Tujuan yang akan dicapai dari kegiatan supervisi yaitu

  1. Guru akar lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada tugas rutin, yaitu mengajar dari jam ke jam dan dari kelas ke kelas lain, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tujuan yang besar, di mana mata pelajaran hanya sebagai alat. Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan tujuan-tujuan jangka pendek, padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya, apakah guru tahu apa tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak?, dengan supervisi permasalahan itu dapat diselesaikan, dan guru dapat lebih mengerti terhadap tujuan pendidikan sebenarnya sehingga menjadikan guru mengajar dengan sungguh-sungguh, karena mengerti bahwa apa yang dia lakukan itu merupakan tujuan yang besar dibidang pendidikan
  2. Guru akan lebih menyadari dan megerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya. Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah hambatan atau alasan guru tidak bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya, menyamaratakan kemampuan siswa di satu kelas, mengabaikan hambatan-hambatan yang bersifat pribadi. Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber dari dirinya maupun dari keluarga dan lingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara khusus, sebab kalau tidak demikian guru bisa menganggap siswa bodoh, padahal bukan itu masalahnya, setelah mendapatkan pembinaan dari pengawas pendidikan atau setelah disupervisi seorang guru akan mengerti terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh siswanya, dan akan meninggalkan atau mengurangi sistem klasikal dalam pengajarannya, dan akan berubah menjadi sistem pengajaran yang modern yang sesuai dengan perkembangan jaman
  3. Memperbesar kasadaran guru terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong. Di sekolah masih banyak guru yang merasa bahwa tugasnya di muka kelas adalah miliknya sendiri, yang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain dan tugas itulah yang harus dikerjakannya selagi ia masih menjadi guru. Padahal tidaklah demikian, karena sekolah adalah milik bersama yang harus dicapai dengan cara bersama. hal ini muncul karena masih banyak guru yang tidak mengerti tentang tata kerja sekolah, karena itu perlu diciptakan situasi dan kondisi yang menciptakan sikap terbuka, demokratif dan kooperatif, sehingga muncul kebersamaan dalam kepemimpinan sekolah. Dengan supervisi kondisi tersebut dapat terlaksana, karena supervisi akan membantu semua kesulitan guru dan bagaimana caranya agar guru merasa nyaman di sekolah tersebut, agar kinerja guru memberikan hasil yang maksimal
  4. Akan meningkatnya kemampuan guru di muka kelas, Penampilan mengajar memang tidak semata ditentukan oleh penguasaan bahan, tapi apabila guru sudah menguasai bahan adalah modal, namun tak sedikit guru yang mempunyai modal tapi tak dapat mengembangkannya, karena ia tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya, apalagi ada guru yang kesaratan muatan (bahan), ia justru tenggelam dalam materi. Guru yang begini sering tampak kacau du muka kelas, karena ia asyik dengan dirinya sendiri, sedangkan murid tak tahu apa yang harus diperhatikan dan dipelajari. Dengan bantuan supervisi maka masalah tersebut akan diselesaikan, guru akan diberikan arahan mengenai cara mengajar yang baik yang dimana fokus utama nya itu adalaha seorang murid, dan guru mengajar agar murid mengerti dan memahami apa yang disampaikan oleh guru tersebut
  5. Guru akan lebih memanfaatkan pengalaman-pengalamannya sendiri Pengalaman adalah guru yang paling berharga, dan akan menjadi suatu hal yang amat berharga apabila guru disadarkan dengan pengalamannya sendiri memberikan petunjuk yang amat bijaksana dalam memecahkan persoalan pengajaran di kelas, apalagi guru yang telah lama mengajar, pasti mempunyai segudang pengalaman yang dapat dipilihnya untuk menghadapi persoalan yang baru. Misalnya, guru yang berpengalaman menghadapi siswa yang nakal, akan lunak bagi menghadapi siswa yang nakal berikutnya, karena ia sudah tahu salahnya. Dengan supervisi  pengalaman-pengalaman itu akan coba digali dan dikembangan untuk perbaikan mutu pembelajaran
  6. Guru akan terhindar dari segala tuntutan yang di luar batas kemampuan dan kewenangannya, baik tuntutan dari dalam maupun dari luar sekolah. Dalam situasi dan kondisi sekarang guru sangat menjadi harapan, namun demikian apabila berlebihan justu kekecewaan, karena guru punya batas kemampuan sebagai manusia, lagi pula kewenangannya amat terbatas guru sebagai manusia bisa tidak boleh di peras tenaga dan waktunya hanya untuk sekolah, dan masyarakat harus ingat bahwa tak mungkin pada saat ini guru memperluas wewenangnya sampai ke jalan-jalan. Misalnnya, bila terjadi kenakalan remaja, seperti perkelahian pelajar di beberapa kota besar, itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan guru, karena terjadi di luar sekolah, kalau katanya guru juga harus mengetahui keadaan siswanya di luar sekolah itu sebenarnya sering tidak disukai orang tua murid, karena dianggap mencampuri urusan pribadi, kalau sudah terjadi seperti perkelahian baru orang tua menyalahkan guru. Disini supervisor akan bertindak untuk melindungi hak-hak guru, dan akan membuat guru nyaman tanpa melakukan hal-hal yang berlebihan atau diluar batas kemampuannya.
  7. Guru dapat menggunakan alat-alat pelajaran modern. Perkembangan teknologi pengajaran dewasa ini sudah hampir sampai puncak, karena sudah memanfaatkan semaksimal mungkin produk teknologi canggih, terutama teknologi komunikasi, baik perangkat lunaknya (programnya) maupun perangkat kerasnya. Seperti OHP (Over Head Projector), slide, proyektor, vidio kaset, dan lain lain. Coba dibayangkan kalau guru belum dipersiapkan mengenal tentu akan menciptakan kelucuan di muka kelas, karena biasanya ada yang tahu dahulu justru memberi petunjuk kepada gurunya, jadi terbalik. Perlu juga diingat bahwa dengan teknologi pengajaran yang baru harus dipersiapkan model satuan pelajaran yang baru pula, kalau tidak nilai efisiensinya tidak akan ditemukan. Untuk itu seorang supervisor akan membantu guru, dan juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru agar guru tersebut bisa mengerti tentang alat-alat pendidikan modern dan dapat mengaplikasikannya pada saat pengajaran berlangsung.
  8. Guru akan memanfaatkan sumber-sumber belajar dan pengalaman belajar murid, Masih banyak guru yang tidak menyadari bahwa apa yang ada disekelilingnya dapat dimanfaatkannya dalam proses belajar-mengajar. Dia hanya selalu terpaku kepada cara dan contoh yang ada di dalam buku pokok, padahal caranya bisa diubah dengan contoh yang ada disekeliling anak, misalnya kalau guru berada di lingkungan anak petani karet, maka kalau menjelaskan masalah fotosintesis dalam pelajaran biologi, gunakan pohon karet, jangan pohon pisang yang tidak tumbuh dilingkungan anak, kalau perlu sampel pohon karet dibawa ke kelas. Hal yang perlu diketahui juga oleh guru adalah pengalaman belajar pada anak tidak bisa dipatahkan dengan teori belajar, tapi yang harus dilakukan guru adalah membimbing pengalaman belajar yang sudah ada. Misalnya, kalau teori mengajarkan belajar yang baik itu subuh sedangkan anak yang tidak punya waktu karena membantu orang uta memotong karet, dan ia hanya punya waktu pada menjelang magrib, karena kalau sudah malam lampu tidak ada, maka cara itu yang dikembangkan. Kalau misalnya anak bisa belajar sambil bekerja (mencangkul) di sawah, situasi itulah yang perlu dimanfaatkan, bukan mematahkannya. Untuk itu supervisor akan membimbing guru untuk bisa memahami keadaan yang terjadi di sekitarnya dan metode apa yang harus dilaksanakan di lingkungannya tersebut.

2.3  Kemukakan alasan-alasan penting, mengapa guru-guru membutuhkan peranan supervisi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Seorang guru memerlukan supervisi karena :

  1. Setiap guru mempunyai kemampuan lebih dari sekedar yang ditampilkan, Kemampuan guru belum sepenuhnya terlihat, karena yang ditampilkan hanyalah kemampuan aktual saja, sedangkan kemampuan yang lainnya masih tersimpan. Semua kemampuan yang tersimpan itu akan terlihat apabila diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Dari sinilah peran supervisor dibutuhkan agar seorang guru dapat mengembangkan kemampuannya. Seorang supervisor dapat memberikan kesempatan kesempatan kepada seorang guru untuk mengembangkan dan mengeluarkan kemampuannya dalam proses pembelajaran. Kemampuan guru dapat terlihat , misalnya dalam menjelaskan materi yang disampaikan sejauh manakah guru itu menguasai materi tersebut.
  2. Guru mempunyai kelebihan yang dapat dikembangan untuk memperbaiki teman sekerja., Yang paling dekat dengan guru adalah teman sepropesinya yaitu seorang guru lagi, guru yang unggul akan bisa membantu rekan nya untuk bisa bekerja lebih baik karena teman sekerja itu cendarung lebih dekat dan dapat saling mengingatkan, jadi seorang guru yang profesional itu bukan hanya akan berdampak positif pada pembelajaran kepada anak didik saja tetapi juga dapat berdampak positif kepada kinerja teman sekerja. Seorang guru akan cenderung lebih dekat dengan rekanya dibandingkan dengan pengawas, jadi seorang pengawas harus mengerti dan memahami pribadi duru itu untuk memudahkan memberikan bantuan kepada mereka.
  3. Guru mempunyai tuntutan  dari peserta didik, orang tua murig, stake holder, tuntutan persaingan dan iptek., Seorang guru dalam kehidupannya mempunyai banyak tuntutan dari berbagai pihak, karena guru mempunyai andil yang cukup besar dalam perkembangan anak muridnya, seorang guru  yang memberiakn banyak pelajaran dan ilmu kepada muridnya, apabila guru tersebut tidak profesional maka dampak kepada anak muridnya puan akan buruk, sedangkan murid tersebut akan menjadi keluaran yang harus bisa menjadi outcome bagi masyarakat, yang harus bermanfaat untuk masyarakat. Apabila murid tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang benar dari gurunya maka murid tersebut bisa menjadi tidak bermanfaat di masyarakat.

2.4  Jelaskan  hubungan-hubungan berikut ini dengan disertai contoh

  • Hubungan supervisi dengan pengawasan Hubungan supervisi dengan pengawasan, supervisi adalah pengawasan tetapi supervisi lebih kepada pengawasan profesional yang lebih ditekankan untuk mengembangkan kinerja seorang guru atau meningkatkan mutu pendidikan, dengan membantu semua elemen yang terlibat di sekolah untuk ditingkatkan kinerjanya agar mencapai hasil yang memuaskan untuk peningkatan mutu pendidikan, supervisi pula tidak mencari-cari kesalahan, tetapi lebih kepada memberikan bantuan profesional kepada seseorang yang disupervisi untuk  keefektifitasan kerjanya. Sedangkan pengawasan umum lebih kepada mengawasi agar semua yang dikerjakan itu sesuai dengan yang ditetapkan. Sebenarnya supervisi dan pengawasan itu saling berhubungan karena dua-duanya bertujuan untuk pencapaian hasil yang maksimal.,Contohnya yaitu : supervisi, dimana seorang pengawas sekolah memberikan bantuan kepada seorang guru untuk meningkatkan kinerjanya dalam bidang pengajaran, misalnya dengan membantu cara membuat RPP yang baik, membantu guru untuk lebih mengerti keadaan siswa yang didiknya, dll.Pengawasan, dimana seorang pengawas yang sedang mengawasi bawahannya dalam melakukan pekerjaan, apakah sesuai dengan yang ditetapkan ataukan ada penyimpangan, misalnya seorang pemimpin yang mengontrol langsung kelapangan dengan melihat langsung yang dikerjakan bawahannya.
  •  Hubungan supervisi dengan administrasiHubungan supervisi dengan administrasi yaitu, supervisi adalah salah satu fungsi administrasi, yang dimana disetiap pelaksanaan program pendidikan perlu adanya pengawasan dan disini supervisi berkaitan erat dengan administrasi untuk mengawasi semua aktivitas yang ada untuk pencapaian tujuan yang efektif. Juga pada disiplin ilmu administrasi supervisi itu bertugas untuk membantu kinerja seorang guru untuk mencapai keprofesionalan dalam menjalankan kinerjanya.

Contohnya, apabila dalam suatu kegiatan pendidikan tidak ada pengawasan maka tujuan pendidikan itu tidak akan tercapai dengan baik karena tidak akan ada yang mengarahkan untuk pencapaian tujuan pendidikan tersebut.

  • Hubungan supervisi dengan menajemen mutuHubungan supervisi dengan manajemen mutu, supervisi sangat berhubungan menejemen mutu karena tujuan supervisi itu adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang dimana sekolah yang dikelola dengan menggunakan menejemen mutu terpadu adalah sekolah yang melakukan inovasi, dan untuk pencapaian mutu sekolah tersebut maka semua orang yang ada disekolah itu harus terlibat secara penuh dan terus menerus. Disini peran supervisi sangat dibutuhkan untuk pencapaian mutu tersebut, karena dengan disupervisi atau diberikan bantuan maka kinerja guru dapat menjadi profesional, bukan hanya guru tetapi semua elemen yang terlibat didalamnya juga harud dibantu untuk bisa bekerja lebih baik dan profesional. Apabila semua elemen sekolah sudah profesional dalam menjalankan pekerjaannya maka tujuan untuk mencapai mutu pendidikan yang tinggi juga bisa tercapai dengan efektif.

Contohnya, untuk mencapai sekolah yang Terakreditasi A maka sekolah akan menetapkan tingkatan mutu pendidikan yang tinggi yang dimana semua itu tidak akan terwujud apabila elemen sekolahnya tidak profesional dalam menjalankan tuganya, maka disini supervisi membantu semua elemen sekolah untuk pencapaian profesionalitas yang tinggi untuk mewujudkan tujuan sekolah tersebut.

2.5  Jelaskan disertai contoh fungsi-fungsi yang perlu dilaksanakan oleh supervisor dalam melaksanakan tugas supervisinya.

  1. Fungsi administratifSeorang supervisor melakukan pengumpulan data yang komprehensif tentang program akademik yang berada dalam lingkungan sekolahnya. Terutama data tentang guru yang sangat berguna untuk melaksanakan bantuan. Sebagai seorang konsultan, supervisor harus memiliki data yang akurat tentang semua masalah. Data ini kemudian dianalisis dan dievaluasi untuk bahan layanan supervisi. Data merupakan bahan untuk usaha meningkatkan mutu sekolah. Dari data dapat diketahui berbagai permasalahan yang harus dipecahkan. Data merupakan bahan  untuk memberi layanan supervisi dan cara-cara pemecahan masalahnya. Supaya data terkumpul supervisor harus melakukan penelitian, kunjungan kelas, inspeksi,dan observasi lingkungan.Contohnya : seorang supervisor datang kekelas untuk melihat proses pembelajaran secara langsung dan mencari tau la=gsung kekurangan apa yang terjadi dalam pembelejaran itu, dan bantuan seperti apa yang harus diberikan kepada guru yang megajar setelah tau cara ia mengajar.Supervisor juga bisa mencari data-data yang tersimpan disekolah mengenai para guru untuk selanjutnya dipelajari dan disupervisi sesuai kebutuhannya masing-masing.
  2. Fungsi evaluasiMembantu guru untuk dapat memahami peserta didik bermasalah yang perlu mendapat bantuan dalam memecahkan masalah belajarnya. Membantu guru dapat memahami kekuatan dan kelemahan peserta didiknya dalam mengikuti pembelajaran dari gurunya. Evaluasi merupakan usaha para supervisor menilai siapa dan guru mana yang ketika menjalankan tugasnya memiliki benih keunggulan yang dapat dikembangkan selain itu penilaian juga berguna untuk mengetahui kinerja pokok guru dalam melaksanakan misi utama sekolah, hasilnya dapat mengetahui siapa memiliki kelebihan apa. Data dan informasi hasil evaluasi berguna untuk pembinaan mutu pendidikan selanjutnya.Contohnya : seorang supervisor melakukan penilaian kepada guru tentang bagaimana ia mengajar dan menjalankan semua kegiatan pengajarannya. Dari itu supervisor dapat mengetahui guru itu kekurangannnya dimana untuk selanjutnya dibantu untuk pencapaian mutu pendidikan.
  3. Fungsi mengajarMenyediakan informasi baru yang relevan dengan tugas dan kebutuhan baru yang harus dilaksanakan guru kemudian menyampaikan dalam pembinaan. Informasi baru ini sangat penting, supaya guru mengetahui apa yang terjadi dengan dunia pendidikan dimasa kini yang berpengaruh terhadap pembelajaran. Dengan informasi baru guru akan dapat menyikapi bagaimana semestinya dia melaksanakan tugasnya. Wawasan guru yang luas akan membantu dirinya dalam melaksanakan tugasnya mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah sesuai kebutuhan tugas yang harus dijalankannya.Contohnya : seorang supervisor memberikan informasi tentang alat-alat pendidikan yang baru dan modern seperti  Seperti OHP (Over Head Projector), slide, proyektor, vidio kaset, dan lain lain, dan juga memberikan pelatihan kepada seorang guru untuk bisa menjalankan semua alat pendidikan tersebut.
  4. Fungsi sebagai konsultanSebagai seorang konsultan supervisor harus cakap dan trampil memberikan bantuan dan memecahkan berbagai kesulitan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas utamanya. Seorang konsultan yang baik akan dengan cepat memahami ide seorang guru untuk diterjemahkan dalam perbaikan tugasnya, sehingga ide tersebut dapat dilaksanakan sesuai keinginan dan kemampuan guru yang menjalankannya.Contohnya : seorang supervisor yang mendengarkan keluhan-keluhan seorang guru dan ia akan mencarikan solusi dari setiap masalah yang mengganggu guru tersebut.

2.6  Jelaskan persyaratan-persyaratan yang perlu dimiliki oleh supervisor agar kegiatan supervisinya dapat berhasil secara produktif\

Persyaratan yang harus dimiliki oleh supervisor agar kegiatan supervisinya dapat berhasil yaitu :

  1. Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepatSeorang supervisor harus melakukan supervisi sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan juga denagn teknik yang tepat karena apabial seorang supervisor bertindak semaunya dengan tidak memperhatikan teknik yang tepat kegiatan supervisi itu bisa jadi tidak berhasil.
  2. Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuai dengan prosedur yang tepatSupervisor harus melakukan kegiatan mentoring kepada yang disupervisinya untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi oleh seseorang yang disupervisinya setelah itu supervisor harus melakukan evaluasi utnuk menyelesaikan masalah tersebut, tetapi semua kegiatan itu harus sesuai dengan prosedur.
  3. Memahami dan menghayati arti, tujuan dan teknik superviseSeorang supervisor harus mengerti dan menghayati ari supervisi itu sendiri beserta tujuan dan teknik supervisi itu, agar supervisor itu dapat bekerja dengan maksimal dan dapat membantu oarangn yang disupervisinya itu dengan sepenuh hati.
  4. Menyusun program supervisi pendidikanSebelum melakukan supervisi seorang supervisor harus menyusun dulu program supervisinya, agar kegiatan supervisi dapat terlaksana dengan baik karena sudah direncanakan sebelumnya
  5. Melaksanakan program supervisi pendidikanSetelah menyusun program supervisi untuk selanjutnya, supervisor dapat  melaksanakan kegiatan supervisi tersebut.
  6. Memanfaatkan hasil-hasil superviseSetelah melakukan supervisi seorang supervisor harus bisa memanfaat hasil dari supervisi tersebut agar tujuan pendidikan itu bisa tercapai denagn baik.
  7. Melaksanakan umpan balik dari hasil superviseSetelah kegiatan supervisi itu dilaksankan, maka harus ada umpan balik dari kegiatan itu atau dari hasil supervisi yang telah dilaksanakan.

2.7  Kemukakan suatu contoh permasalahan yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran dikelas. Apabila saudara ditugasi sebagai supervisor, langkah apa yang perlu dilakukan agar terjadi perubahan pada diri guru dengan memperhatikan prinsip-prinsip supervisi

Contoh permasalah yang sering di hadapi oleh seorang guru adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru. Pada jaman sekarang ini tidak sedikit guru yang masih menggunakan metode pembelajaran klasik atau jaman dulu dengan menyama ratakan kemampuan belajar muridnya, padahal kemampuan murid dalam belajar itu tidak sama karena semua murid mempunyai pemikiran-pemikiran yang berbeda, juga dalam menangkap pelajar yang ia ikuti ada yang cepat, sedang maupun lambat. Bukan hanya itu, sekarang masih banyak guru yang cara mengajarnya itu terlihat monoton atau itu- itu saja tanpa ada perubahan walaupun sebenarnya cara itu tidak cocok dilakukan pada jaman sekarang ini.

Apabila saya menjadi seorang supervisor maka metode pengajaran yang dilakukan guru itu akan dirubah sesuai dengan perkembangan jaman. Guru disini akan dibina dan diberi pengetahuan-pengetahuan tentang memahami keadaan muridnya, sehingga guru dapat memahami semua karakter murid yang ia didik, misalnya dengan memberikan pelajaran pedagogik kepada guru tersebut. Selain dengan menambah pengetahuan tentang ilmu pedagogik guru juga akan dibekali dengan ilmu-ilmu teknologi yang sekarang sudah sangat berkembang, agar guru tersebut terus maju dan bisa mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang. Guru akan mendapat pelatihan-pelatihan bagaimana menggunakan alat-alat pendidikan yang dapat menunjang pada proses pembelajaran dan juga bisa membuat murid menjadi giat belajar karena merasa nyaman denagn alat-alat pendidikan yang baru tersebut. Murid akn lebih bisa menangkap pelajaran yang diberikan apabila dia merasa senang dan tidak merasa bosan dengan metode pembelajaran yang monoton. Pelatihan-pelatihan tersebut dapat diberikan langsung kepada guru yang bersangkutan atau juga bisa dengan membrikan diklat kepada seluruh guru mengenai metode pembelajaran yang baik yang disenangi murid dan membuat murid semangat dalam belajar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s